Pengertian Integritas dan Prinsip Integritas Secara Etis Langsung ke konten utama

Featured Post

RPP 1 Lembar Mapel Ilmu Pengetahun Alam (IPA) Kelas IX SMP/MTs

     RPP 1 Lembar Mapel Ilmu Pengetahun Alam (IPA) Kelas IX SMP/MTs RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran) merupakan rencana yang disusun guru yang menggambarkan kegiatan pembelajaran untuk mencapai satu kompetensi dasar yang ditetapkan dalam Standar Isi dan dijabarkan dalam silabus   RPP menggambarkan prosedur dan pengorganisasian pembelajaran di dalam mencapai sebuah Kompetensi Dasar (KD) yang ditetapkan dalam Kompetensi Inti (KI) dan dijabarkan dalam silabus. RPP menjadi pedoman bagi guru, baik guru kelas maupun guru mata pelajaran dalam melaksanakan pembelajaran sesuai dengan rambu-rambu yang telah ditetapkan. Surat Edaran Nomor 14 Tahun 2019 tentang Penyederhanaan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP).,  maka guru bebas membuat, memilih, mengembangkan, dan menggunakan RPP sesuai dengan prinsip efisien, efektif, dan berorientasi pada peserta didik. Di bawah adalah  RPP 1 lembar Kelas 1, 2, 3, 4, 5, 6 SD/MI  khusunya untuk  mata pelajaran IPA ...

Pengertian Integritas dan Prinsip Integritas Secara Etis

Pengertian Integritas dan Prinsip Integritas Secara Etis

Pengertian Integritas Dan Prinsip Integritas Secara Etis

Pengertian Integritas

Operatordesa - Integritas berasal dari bahasa latin integer incorruptibility irm adherence to a code of especially moral a acristic values, yaitu sifat teguh yang mempertahankan prinsip tidak mau curang dan menjadi dasar yang melekat pada diri sendiri yang melekat sebagai nilai-nilai moral.

Integritas bukan hanya untuk bicara tetapi sebuah tindakan bila kita menelusuri karakter yang dibutuhkan para peminpin saat ini dan selamanya mulai dari integritas dan kredibilitas dan segudang karakter mulia yang lainnya pastilah pasti akan bermula dari sifat pribadi agung manusia pilihan al-mustofa Muhammad saw yang di utus untuk menyempurnakan karakter manusia.

Integritas berarti mutu sifat atau keadaan yang menunjukkan kesatuan yang utuh sehingga memiliki potensi dan kemampuan yang menunjukkan kewibawaan, kejujuran. Seseorang yang memiliki integritas pribadi akan tampil percaya diri anggun tidak mudah terpengaruh oleh hal hal dan sifat yang kurang baik untuk kesenangan yang sesaat. Seseorang yang memiliki integritas lebih berhasil ketika menjadi seorang pemimpin formal maupun sebagai pemimpin non formal.

Integritas adalah satu sifat perbuatan yang akan jujur dan tidak akan berbohong. Kejujuran berarti menyampaikan suatu kebenaran ucapan sesuai dengan faktanya. Orang yang memiliki integritas dan kejujuran adalah orang yang merdeka dan orang yang tulus dan menerima kenyataan sesuai perbuatanya.

Integritas dengan kepemimpinan berhubungan sangat erat  satu sama lain karna seorang pemimpin harus bertindak dengan tegas secara komitmen antara ucapan dan perbuatanya. Integritas yaitu apa yang kita lakukan apa yang kita ucapkan karna orang orang yang kita pimpin akan akan melihat sampai sejauh mana yang kita perbuat dari janji yang kita ucapkan sebelum pemimpin.

Untuk mewujudkanya kita harus bekerja keras  dan memiliki integritas kepemimpinan dan seorang yang memiliki semua asfek yang ada dam dirinya sendiri yang akan menjadi kesatuan satu sama yang lain. Asfek- asfek tersebut adalah sebagai berikut;
  • Kognitif
  • Efektif
  • Psikomotornya
Hal itu yang akan menunjukkan kepemimpinanya sebagai seorang pemimpin yang integritas. Kepemimpinan yang dibangun atas kekuatan berfikir dengan kebiasaan yang produktif yang dilandasi oleh kekuatan moral berarti memiliki integritas untuk bersikap jiwa pemimpin sehingga mampu memberikan keteladan bagi masayarat yang ada disekelilingnya.

Jadi orang-orang yang mempunyai integritas kepemimpinan maka ia akan menyadari dengan betul apa yang ia perbuat dengan orang yang ad disekelilingya. Sebab dari itu ia akan menolak dengan perbuatan yang tidak baik buat sesamanya karenia dia tidak mau saling merugikan sesamanya sekalipun itu tugas yang harus ia dilakukan.

Prinsip Kepemimpinan Etis

Diskusi-diskusi tentang kepemimpinan etis selalu melibatkan konsep mengenai integritas personal. Integritas personal adalah sebuah atribut yang membantu untuk menjelaskan efektivitas kepemimpinan. Dalam penelitian lintas budaya tentang sifat-sifat esensial bagi efektivitas kepemimpinan, integritas dekat pada puncak daftar dalam semua budaya yang telah dipelajari. Kebanyakan cendekiawan mempertimbangkan integritas sebagai kebutuhan utama bagi kepemimpinan etis. (Bakker & Schaufeli, 2008) Kepemimpinan etis adalah suatu istilah untuk menekankan keharusan menggunakan pertimbangan-pertimbangan etis serta menjadikannya landasan bagi pengambilan suatu keputusan atau tindakan. Ketika melakukan ekspansi suatu usaha, umpamanya membuka suatu operasi bisnis di tempat tertentu, maka yang menjadi pertimbangan bukanlah hanya soal untung yang bisa didapat dari perluasan bisnis itu. Dampak dari perluasan bisnis itu terhadap banyak pihak, khususnya bagi masyarakat setempat, mesti dipertimbangkan dan dijadikan salah satu dasar bagi pengambilan keputusan. Sangatlah tidak etis ketika perusahaan mendapatkan hasil atau keuntungan yang besar, tetapi masyarakat sekitar menderita kerugian, seperti pencemaran atau kerusakan lingkungan, dan sebagainya.

Sama seperti integritas pribadi yang terdapat sifat negatif dan positif, atau tahap minimal dan maksimal, kepemimpinan etis dalam suatu bisnis juga memiliki pembedaan seperti itu. Kewajiban minimal yang menjadi bahan pertimbangan adalah prinsip tidak merugikan orang atau pihak lain, dan kewajiban maksimalnya adalah membagikan keuntungan besar yang didapat itu kepada pihak-pihak yang secara langsung atau tidak langsung terlibat dalam bisnis yang sedang dijalankan. Secara moral kewajiban pertama atau kewajiban minimal itu merupakan suatu keharusan etis. Semua para pelaku bisnis harus bisa memenuhi keharusan itu. Harus ada komitmen tinggi (etis) untuk tidak merugikan orang atau pihak lain demi perolehan keuntungan bagi diri sendiri (perusahaan). Tidak boleh ada yang dikorbankan dalam usaha meraih tujuan pribadi atau perusahaan. Semua kerugian yang ditimbulkan akibat beroperasinya bisnis di tempat itu haruslah ditanggung sepenuhnya oleh perusahaan. Harus memberikan ganti rugi yang layak, yang memenuhi rasa keadilan dan kebenaran. Limbah yang dihasilkan oleh pabrik harus diolah agar tidak mencemarkan lingkungan. Segala usaha ini haruslah maksimal, sehingga dijamin tidak menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan dan masyarakat sekitar, baik dalam jangka pendek maupun dalam jangka panjang. 

Kewajiban maksimal tidak disebutkan sebagai keharusan mutlak, melainkan lebih sebagai imbauan, ajakan moral untuk mau berbagi atas keuntungan yang didapatkan. Hal ini bisa dilakukan dengan bermacam cara. Intinya adalah tidak sekedar untuk tidak merugikan melainkan mau berbagi kesukaan. Ada istilah yang sering digunakan untuk tindakan seperti ini yakni tanggung jawab sosial perusahaan atau lebih sering disebut CSR (corporate social responsibility). CSR memang mengandung dua dimensi tersebut: kewajiban minimal dan kewajiban maksimal. Disebut minimal ketika aktivitas CSR itu lebih diarahkan untuk mengganti kerugian sebagai dampak dari operasi bisnis di tempat itu. Selebihnya, dinamai maksimal apabila yang dilakukan itu tidak hanya sebagai kompensasi menggati kerugian melainkan sudah merupakan tindakan berbagi kebahagiaan. Pelaksanaan kewajiban maksimal ini ada macam-macam cara atau wujud, dan selalu arahnya adalah membagikan sesuatu kepada masyarakat sekitar, entah dalam bentuk penyediaan atau pembangunan fasilitas layanan yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat, pemberian beasiswa, peningkatan layanan kesehatan, perbaikan rumah ibadah atau gedung pertemuan, membagikan sejumlah uang atau dalam bentuk pembagian kebutuhan pokok yang sering disebut sembako.

Daptar Pustaka;
  • Lee, S. A. (2006, Aug). Authentic leadership and behavioral integrity as drivers of follower commitment and performance. Journal of Financial Planning, 19(8), 20.
  • Minkes, A.L, et al (1999). Leadership and Business Ethic: Does It Matter? Implication for Management. The Journal of Business Ethic 20, 327-335
  • Morgan, R. B. (1999). Self- and co-worker perception of ethics and their relationship to leadership and salary. Academy of Management Journal, 36(1), 200–214.
  • Rieke, M. L. and Guastello, S. J. (1995). Unresolved issues in honesty and integrity testing. American Psychologist, 50, 458–459.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Contoh SK Operator Siks-NG Terbaru

Contoh SK Operator Siks-NG Terbaru - Pengertian Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial Next Generation yang selanjutnya disingkat SIKS-NG adalah suatu sistem informasi yang terdiri dari beberapa komponen yaitu pengumpulan, pengolahan, penyajian, dan diseminasi data terpadu kesejahteraan sosial yang dilaksanakan secara berjenjang dan berkesinambungan dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi. Berikut rangkuman terperinci tentang Siks-NG yang sudah admin siapkan untuk anda tentang Contoh SK Operator Siks-NG Terbaru untuk anda aparatur desa yang sedang mencari referensi contoh surat keputusan tentang Siks-NG, simak dengan seksama. Verifikasi Data SIKS-NG Verifikasi Data SIKS-NG adalah proses pemeriksaan data untuk memastikan pendataan yang telah dilakukan sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan dan memastikan  data yang telah dikumpulkan atau dimutakhirkan sesuai dengan fakta di lapangan Validasi Data SIKS-NG Validasi Data SIKS-NG adalah proses pengesahan data denga...

Contoh Laporan Pertanggung Jawaban Kepala Desa

Contoh Laporan Pertanggung Jawaban Kepala Desa - Bagi pemerintah desa yang baru menjabat, dan/atau yang tidak pernah sekalipun membuat laporan pertanggungjawaban kepala desa akhir tahun selama menjabat. Tentu, membuat laporan pertanggung jawaban kepala desa itu agak sedikit membingungkan.  Namun bagi pemerintah desa yang memang sudah terbiasa ya, di dalam membuat laporan pertanggungjawaban untuk kepala desa setiap tahunnya. Pada sesi ulasakan kali ini yang akan saya bagikan kepada anda yaitu Contoh Laporan Pertanggung Jawaban Kepala Desa yang mungkin sedang anda cari dari alur pembuatan sampai isi laporan LPJ kepala desa tersebut. jadi, simak artikel pembahasan berikut ini. Membuat laporan pertanggung jawaban untuk kepala desa, itu ibarat hanya mengedit dan melengkapi isi dari data-data terbaru yang dibutuhkan yang kemudian diinputkan ke laporan terbaru itu. Contoh Laporan Pertanggung jawaban Kepala Desa Akhir Tahun 1. Cover Laporan Cover laporan berisi tentang tahun berapa lapora...

CONTOH SPTJM TERBARU

Contoh SPTJM Terbaru - SPTJM Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak merupakan salah satu syarat permohonan pencairan Dana Desa. Pada kesempatan yang baik ini operator desa akan membagikan sebuah informasi tentang contoh SPTJM terbaru untuk anda sesuai dengan persyaratan ketika akan mencairkan dana desa yang digunakan untuk kepentingan pemerintahan desa, baik dari segi kepemerintahan desa maupun kesejahteraan masyarakat desa. Surat pernyataan tanggung jawab mutlak (SPTJM) merupakan surat pernyataan yang dibuat oleh Kepala Desa selaku Pemegang Kekuasaan Pengelolaan Keuangan Desa yang bertanggung jawab penuh atas biaya yang digunakan dalam penyelenggaraan Bidang Pemerintahan, Bidang Pembangunan, Bidang Pembinaan Kemasyarakatan,  Bidang Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Bidang Penanggulangan Bencana, Keadaan Darurat dan Mendesak yang telah ditetapkan dalam Anggaran Pendapatan Belanja Desa Tahun Anggaran berjalan. Ada berbagai jenis Surat pernyataan tanggung jawab mutlak yang biasanya di...